Kinesis Monetary International

News Update

News Update

Kembali Naik, Akankah Fisik Emas JFXGOLD X Capai Posisi US$ 2400/toz?

Jakarta, MetalNews Digital – Fisik emas JFXGOLD X kembali naik pada pembukaan perdagangannya hari ini, setelah mengalami fase stabil pada akhir minggu lalu, kali ini fisik emas JFXGOLD X berhasil menempati posisi US$ 2.397.31 per Troy Ounce atau Rp. 1.254.699 per gram. Kenaikan harga pada Senin (8/7/2024) pagi ini berhasil meningkat sebesar 0,89% per troy ounce atau Rp. 7.375 per gram. Harga fisik emas JFXGOLD X pada hari ini berhasil mencatat kenaikan tertingginya sepanjang awal bulan ini. Melansir dari CNBC Indonesia kenaikan harga emas dunia yang terjadi saat ini akibat adanya data pekerjaan utama Amerika Serikat (AS) yang menunjukan pasar tenaga kerja melemah, mengangkat ekspektasi seputar pemotongan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) pada bulan September. “Emas diperdagangkan pada level tertinggi satu bulan karena revisi penggajian yang lebih rendah dan kenaikan lain dalam tingkat pengangguran membantu ‘memperkuat’ pemotongan suku bunga September,” ujar Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York, dikutip dari Reuters. Melihat pergerakan harga emas dunia yang terus meningkat secara perlahan, membuat investor sedikit lega dan memberikan harapannya kepada profit yang bisa diraihnya pada saat melakukan transaksi penjualan. Melansir dari CNBC Indonesia adanya peluang pemangkas suku bunga The Federal Reserve (The Fed) membuat emas diproyeksi masih menguat ke depan. Emas diperkirakan akan menguat dalam dua pekan secara beruntun. Penguatan emas juga didorong oleh anjloknya indeks dolar selama empat hari secara beruntun sejak 2 Juli 2024. Hingga perdagangan pada Jumat (5/7/2024) imbal hasil obligasi 10 tahun AS tercatat melemah 1,70% di level 4,27%. Nantikan update terbaru seputar harga fisik emas JFXGOLD X hanya di MetalNews!

News Update

Fisik Emas JFXGOLD X Berpotensi Capai US$ 3000 / Toz

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas dunia masih bergerak naik turun secara cepat layaknya roller coaster. Pergerakannya yang bisa membuat tenang dan khawatir dalam waktu dekat ini membuat para pemilik fisik emas perlu memantau harga nya secara berkala. Setelah sempat naik pada lima hari kemarin, hari ini harga fisik emas JFXGOLD X kembali melemah sebanyak 1,73% ke posisi US$ 2.332,4 per troy ounce. Pergerakan harga fisik emas JFXGOLD X terpantau mengalami pergerakan naik turun yang cukup drastis sejak minggu lalu. Meskipun pada hari Kamis (20/6/2024) fisik emas JFXGOLD X sempat mengalami kenaikan sebanyak 2,42% siapa sangka hari ini harganya kembali melemah dengan mengalami penurunan Rp. 24,257 per gram. Disisi lain, melansir dari bloombergtechonz.com riset BofA menyatakan keyakinannya akan harga emas dunia yang bisa menyentuh US$ 3.000 per troy ounce dalam dua belas sampai delapan belas bulan mendatang. “Kami meyakini harga emas bisa menyentuh US$ 3.000/troy ons dalam 12-18 bulan mendatang, meski arus modal yang masuk belum menjustifikasi hal tersebut. Untuk mencapainya, dibutuhkan permintaan non-komersial untuk mengangkat harga emas dari level saat ini,” sebut riset BofA. Naik atau turunnya harga emas dunia sejalan dengan naik turunnya harga fisik emas JFXGOLD X. Pergerakan harga fisik emas JFXGOLD X bisa dipantau secara real time melalui trading chart pada fitur Pospay Gold di dalam aplikasi Pospay. Tidak hanya memantau pergerakan harga fisik emas JFXGOLD X, di dalam fitur pospay gold pengguna juga bisa melihat report profit and loss (P&L) dari tabungan fisik emas yang dimiliki. Adanya berbagai fitur yang dimiliki oleh Pospay Gold mempermudah pengguna untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan transaksi penjualan atau pembelian. Harganya yang bergerak secara real time dan transaksinya yang menggunakan harga pasar dunia membuat transaksi fisik emas JFXGOLD X pada fitur Pospay Gold cocok untuk jangka panjang maupun jangka pendek. Meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa menabung fisik emas memang direkomendasikan untuk jangka panjang. Melansir dari akun instagram Pospay Gold @pospaygold pengguna atau user Pospay Gold mengaku telah mendapatkan keuntungan yang cukup besar melalui transaksi yang dilakukan nya. Keuntungan ini tentu tidak didapatkan secara cuma-cuma, tetapi keuntungan tersebut berhasil didapatkan karena adanya selisih antara harga jual dan harga beli yang cukup besar sehingga berhasil memberikan keuntungan pada transaksi penjualan yang dilakukan. Tidak hanya itu, keuntungan juga bisa didapatkan oleh pengguna Pospay Gold melalui hadiah uang tunai dari kejuaraan yang bernama “JFXGOLD X Gold Championship 2024”. Seperti yang disampaikan oleh Tri Adriani selaku Campaign Manager JFXGOLD X Championship 2024, bahwa kejuaraan transaksi fisik emas ini menyiapkan hadiah uang tunai puluhan juta rupiah yang siap dibagikan setiap bulannya kepada setiap pemenang. “Setiap bulannya ada hadiah uang tunai yang dibagikan untuk 9 pemenang dengan 3 kategori, 5 juta untuk juara 1, 3 juta untuk juara 2 dan 2 juta untuk juara 3 serta 2.5 juta untuk pemenang ultra booster” Tri Adriani Campaign Manager JFXGOLD X Gold Championship 2024. Dalam waktu yang sama Tri juga menyampaikan bahwa kejuaraan transaksi fisik emas ini tidak memungut biaya pendaftaran, oleh karena itu setiap pengguna Pospay Gold yang melakukan transaksi pada fitur Pospay Gold di dalam Aplikasi Pospay secara otomatis berkesempatan untuk menjadi pemenang pada kejuaraan ini.

News Update

Fisik Emas JFXGOLD X Naik Rp. 43.147/gram

Pagi ini (21/6/2024) fisik emas JFXGOLD X alami kenaikan sebesar 2,42% per troy ounce. Jika dilihat berdasarkan data yang diambil melalui platform JFXGOLD X, fisik emas yang ditransaksikan menggunakan harga pasar dunia ini telah naik tipis selama 7 hari terakhir. Meskipun kenaikan nya terbatas, tetapi pergerakan fisik emas JFXGOLD X ini dapat memberikan angin segar kepada para pemilik fisik emas karena pada beberapa pekan ke belakang harga nya kurang bersahabat. Melansir dari investing.com ada tiga faktor yang mempengaruhi naiknya harga fisik emas dunia yaitu, hasil rilis data ekonomi AS, pernyataan para pejabat the fed dan risiko geopolitik yang kembali meningkat. Data ekonomi AS mengalami pelemahan dari yang diharapkan, hal ini meningkatkan ekspektasi para pemilik fisik emas bahwa Federal Reserve (Fed) akan melonggarkan kebijakan setidaknya dua kali pada tahun 2024. Pernyataan para pejabat the fed juga berpengaruh terhadap pergerakan fisik emas dunia. Para pejabat the fed terus menyerukan bahwa the fed tidak akan segera menurunkan suku bunga karena untuk hal ini perlu benar-benar yakin akan jalur inflasi. Mengutip dari CNBC Indonesia Presiden fed New York John Williams mengatakan “Saya memperkirakan suku bunga akan turun secara bertahap selama beberapa tahun ke depan, mencerminkan fakta bahwa inflasi kembali ke target kami sebesar 2% dan perekonomian bergerak dalam jalur berkelanjutan yang sangat kuat,” kata Presiden Fed New York John Williams dalam sebuah pernyataan dalam wawancara di saluran televisi Fox Business. Adanya peningkatan risiko geopolitik membantu tren naik fisik emas. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah karena Israel memberikan ancaman akan melancarkan serangan terhadap Hezbollah di Lebanon. Hal ini bersama dengan pakta yang baru-baru ini ditandatangani antara Rusia dan Korea Utara, dapat meningkatkan daya tarik emas, yang diperkirakan mendekati level resistensi penting. Melansir dari bloombergtechnoz.com fisik emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Pemilik fisik emas akan lebih diuntungkan ketika suku bunga bergerak turun. Seperti yang disampaikan oleh Ricardo Evangelista bahwa ekspektasi terhadap arah suku bunga masih menjadi faktor utama pergerakan harga emas dunia. “Ekspektasi terhadap arah suku bunga masih menjadi faktor utama penggerak harga emas. Pergerakan yang masih terbatas menunjukkan pasar menunggu berbagai data selanjutnya,” kata Ricardo Evangelista, Analis Senior di ActivTrade, seperti disebutkan Bloomberg News. Tiga faktor yang mempengaruhi naiknya fisik emas JFXGOLD X yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia ini berhasil membawa fisik emas JFXGOLD X menduduki posisi US$ 2.373.56 per troy ounce atau Rp. 1.257.517 per gram pada hari ini Jum’at (21/6/2024). Harga tersebut berhasil mengalami kenaikan sebanyak 2,42% per troy ounce atau Rp. 43.147 per gram. Meskipun kenaikannya tidak terbilang besar, tetapi usaha fisik emas JFXGOLD X untuk tetap konsisten bertahan dan mengalami kenaikan meskipun terbatas bisa memberikan sedikit ketenangan kepada para pemilik fisik emas JFXGOLD X.

News Update

The Fed Percaya Diri, Pergerakan Fisik Emas JFXGOLD X Jadi Tenang

Metalnews – Setelah menanti kabar dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve ( The Fed ), saat ini pemilik fisik emas JFXGOLD X bisa sedikit merasa tenang karena harga fisik emas nya mengalami kenaikan dalam waktu satu minggu ini. Dalam kesempatannya melalui konferensi pers usai rapat FOMC The Fed mengumumkan kebijakannya untuk kembali menahan suku bunga acuan di level 5,25%-5,50% untuk ketujuh kalinya secara beruntun. Melalui pernyataan ini the fed memberikan isyarat hanya akan menurunkan suku bunga sekali pada tahun ini dengan besaran 25 bps. Mengutip dari CNBC Indonesia, Chairman The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa melalui laporan inflasi yang melandai dianggap sebagai kemajuan dan bisa membangun rasa percaya diri. “Kami melihat laporan hari ini (inflasi yang melandai) sebagai kemajuan dan bisa membangun rasa percaya diri. Namun, kepercayaan diri kami belum sampai pada tahap membenarkan keputusan untuk mulai melonggarkan kebijakan pada saat ini,” tutur Chairman The Fed Jerome Powell pada saat konferensi pers usai rapat FOMC, dikutip dari CNBC International. Melansir dari FOMC Press Conference pada 14 Juni 2024 waktu AS Jerome Powell dalam kesempatan nya mengatakan bahwa the fed memiliki komitmen kuat untuk menurunkan inflasi kembali ke target 2 persen. Stabilitas harga adalah tanggung jawab Federal Reserve, karena tanpa adanya stabilitas harga, ekonomi tidak akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu the fed berkomitmen untuk mencapai periode berkelanjutan sehingga kondisi pasar dan tenaga kerja yang kuat dapat menguntungkan semua pihak. Pengumuman terkait kebijakan penahanan suku bunga acuan di level 5,25-5,50% mempengaruhi beberapa sektor perekonomian dunia khususnya pergerakan harga fisik emas JFXGOLD X yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia. Seperti yang dilansir dalam bloombergtechoz.com penguatan dolar AS datang akibat respon pasar terhadap hasil rapat Bank Sentral Federal Reserve (The Fed). Melalui rapat tersebut adanya pembaruan terhadap proyeksi arah Federal Funds Rate yang tercermin dalam dot plot yang memperlihatkan para anggota Komite Pengambil Kebijakan The Fed ( Federal Open Market Committee/ FOMC ) sedikit lebih hawkish. Harga fisik emas JFXGOLD X sempat mengalami penurunan pada saat sebelum pengumuman FOMC dilakukan, namun jika dibandingkan dengan hari ini dimana sudah berjalan hampir satu minggu sejak diumumkannya hasil rapat, harga fisik emas JFXGOLD X sudah bergerak lebih baik dengan menempati posisi US$. 2.344,94 per troy ounce atau Rp. 1.236,659 per gram. Jika dibandingkan dengan harga pada minggu lalu, fisik emas JFXGOLD X berhasil mengalami kenaikan sebesar 0,68% per troy ounce atau sebanyak Rp. 15.858 per gram. Pergerakan harga fisik emas dunia yang masih belum stabil memang membuat sebagian pemilik fisik emas mengalami kecemasan, namun jika dilihat pada trading chart JFXGOLD X dapat disadari bahwa pergerakannya masih dalam batas wajar. Hal ini dapat dibuktikan dengan posisi fisik emas JFXGOLD X yang masih berhasil untuk terus bertahan pada posisi kisaran US$. 2.300 per troy ounce.

News Update

Bertahan di Zona Bearish, Begini kabar fisik emas JFXGOLD X hari ini

MetalNews – Pergerakan harga emas dunia terus menyita perhatian publik. Setelah kemarin mengalami penurunan pada pembukaan perdagangannya hari ini Rabu (12/6/2024) fisik emas JFXGOLD X mengalami kenaikan sebanyak 0,49% per troy ounce atau sebanyak Rp. 6.431 per gram dengan berada di posisi US$. 2.328,98 per troy ounce atau Rp. 6.431 per gram. Rebound nya harga emas dunia setelah pelemahan pada pekan lalu masih membuat emas terbayangi persepsi tren suku bunga tinggi yang masih berlanjut, hal ini lah yang menjadikan fisik emas JFXGOLD X yang ditransaksikan menggunakan harga pasar dunia masih bertahan di zona Bearish. Tinggi nya posisi dolar membuat nilai fisik emas semakin sulit untuk dijangkau, terlebih bagi pembeli yang bertransaksi dengan mata uang lain terutama dari emerging market termasuk Indonesia. Naik nya dolar sejalan dengan pelaku pasar yang sedang menanti data inflasi AS dan keputusan bank sentral atau The Federal Reserve (The Fed) terkait kebijakan moneternya. Melansir dari bloombergtechnoz.com pada rapat kali ini The Fed tidak hanya menentukan suku bunga acuan, tetapi komite pengambil kebijakan The Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) juga akan merilis proyeksi ekonomi terbaru, baik itu inflasi, pertumbuhan ekonomi, angka peraturan, hingga arah suku bunga acuan yang dicerminkan dengan dot plot. “Kalau dot plot terbaru menjadi sangat tidak dovish, maka anda akan melihat aksi jual massal (Sell-off) terhadap emas” tegas Kelvin Wong, Analisis Senior OANDA, dikutip dari Bloomberg News. Melalui rapat FOMC akan dihasilkan keputusan berupa fed rate naik, turun atau tetap. Misalnya pada rapat FOMC sebelumnya, suku bunga acuan level yang disepakati oleh para pemangku kebijakan adalah 5,25-5,50% dimana level ini merupakan fed tetap sejak bulan Juli 2023. Hasil keputusan FOMC atau fed rate sangat berpengaruh terhadap perekonomian dunia, termasuk untuk pergerakan harga fisik emas JFXGOLD X. Oleh karena itu, saat ini para pelaku pasar sedang harap-harap cemas dalam menantikan hasil dari risalah rapat pembahasan kebijakan ekonomi yang keputusannya akan diumumkan besok Kamis (13/6/2024) dini hari 01.00 waktu Indonesia. Selain The Fed tekanan bagi harga emas kemungkinan akan datang dari bank sentral China (People’s Bank of China/PBoC) yang akan menahan suku bunga tinggi lebih lama. Seperti yang diketahui PBoC tidak lagi membeli emas pada bulan Mei lalu. Namun seperti dikutip dari Data World Gold Council dalam CNBC Indonesia, dikatakan bahwa bank sentral China telah menjadi salah satu bank sentral yang paling agresif dengan terus membeli emas sejak November 2022 atau selama 18 bulan beruntun dengan total pembelian mencapai 316 ton, cadangan emas China kini berada di angka 2.264,3 ton. Aksi PBoC dalam membeli emas ini adalah penopang kenaikan harga emas yang berhasil membawa emas berkali-kali memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa pada tahun ini. Dengan berhentinya PBoC membeli emas membuat pasar memberikan reaksi negatif, sehingga emas mendapat pukulan ganda.

News Update

Bukan Cuma Manusia, Emas Juga Bisa Sakit Perut

MetalNews – Ambruknya harga emas dunia dalam lima hari terakhir, berdampak pada pergerakan harga fisik emas JFXGOLD X yang pada hari ini mengalami penurunan hingga berada di posisi US$. 2.311,76 per troy ounce atau Rp. 1.209.942 per gram. Melansir dari CNBC Indonesia, ambruknya harga emas dunia sejalan dengan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih kencang dari proyeksi serta Bank Sentral China yang tidak membeli emas. Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen negatif bagi emas, hal ini dapat terjadi karena emas adalah aset yang harganya dibanderol dalam dolar AS. Oleh karena itu penguatan atau pelemahan nilai tukar dolar AS sangat berpengaruh pada pergerakan harga emas dunia, dalam hal ini juga adalah fisik emas JFXGOLD X yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia. Pada bulan lalu Bank Sentral China tidak membeli emas, hal tersebut mengakhiri aksi beli besar-besaran yang membantu mendorong emas ke rekor tertinggi di bulan Mei. Mengutip dari bloombergtechnoz.com besarnya nafsu China terhadap emas batangan telah memberikan dampak kepada emas yang menjadi rentan terhadap setiap potensi perubahan permintaan. Sebelum berhenti membeli emas, Bank Sentral China telah melakukan pembelian emas sejak November 2022, mengutip dari Data World Gold Council dalam CNBC Indonesia, dikatakan bahwa Bank Sentral China telah menjadi salah satu Bank Sentral yang paling agresif dengan terus membeli emas sejak November 2022 atau selama 18 bulan beruntun dengan total pembelian mencapai 316 ton, dan saat ini cadangan emas China berada di angka 2.264,3 ton. “China diperkirakan masih akan terus membeli emas tetapi kebijakan mereka tidak membeli emas di bulan Mei menunjukkan bahwa mereka juga manusia. Kenaikan harga emas membuat mereka membayar mahal saat membeli” ujar Ole Hansen, kepada departemen komoditas Saxo Bank. Dikutip dari Reuters dalam CNBC Indonesia, Tai Wong analis pasar fisik komoditi mengatakan, kondisi emas dunia saat ini seperti sedang mengalami sakit perut karena mengalami dua kali putaran sekaligus dari data tenaga kerja AS dan konsumsi China untuk menahan diri membeli emas.

News Update

Kondisi Logam Mulia Kuning Jelang The Fed Rilis Data Inflasi Rujukan

Kamis 30/5/2024 harga fisik emas JFXGOLD X mengalami penurunan pada pembukaan perdagangannya dengan berada di posisi US 2.345,54 per troy ounce atau Rp. 1.225,517 per gram. Menurunnya harga fisik emas JFXGOLD X diakibatkan penguatan Dolar AS dan yield AS yang naik lebih tinggi. Kondisi ini mengecilkan harapan adanya pemotongan suku bunga Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) pada bulan September memberikan tekanan penjualan pada logam mulia kuning ini. Disisi lain, mengutip dari bloombergtechnoz.com Gubernur Federal Reserve Bank of Atlanta Raphael Bostic menyampaikan harapannya terkait tekanan harga yang “eksplosif” yang terlihat selama pandemi Covid-19 akan menjadi normal dalam setahun kedepan. “Pandangan saya adalah bahwa jika segala sesuatunya berjalan sesuai dengan apa yang saya harapkan inflasi berjalan perlahan, pasar tenaga kerja perlahan dan teratur bergerak kembali ke posisi yang lebih lemah, tapi dengan pertumbuhan yang stabil saya melihat akhir tahun ini, kuartal keempat, sebagai waktu dimana kita mungkin benar-benar memikirkan dan bersiap untuk menurunkan suku bunga” ujar Bostic saat berbicara pada konferensi di Atlanta pada Rabu. Berikut beberapa agenda penting yang akan diselenggarakan besok (31/5/2024) yang perlu dipantau oleh pelaku pasar, karena berpotensi akan mempengaruhi pergerakan pasar keuangan di seluruh dunia : Jumat (31/5/2024) Data produksi industri Korea Selatan pada AprilInflasi Tokyo di luar makanan segar pada AprilAngka pengangguran Jepang AprilData PMI Manufaktur dan non-Manufaktur China bulan MeiData PDB India untuk kuartal 1-2024Data inflasi Zona EuroASData pendapatan pribadi ASData belanja pribadi ASPCE Deflator bulanan April Amerika SerikatPCE Core Deflator ASGubernur The Fed Logan bicara di sesi tanya jawab Sumber : bloombergtechnoz.com

News Update

Bisa kah Fisik Emas JFXGOLD X Tembus US$. 2.600/Toz?

Mengawali minggu terakhir bulan Mei, fisik emas JFXGOLD X membuka perdagangan dengan berada di posisi US$ 2.358,64 per troy ounce atau Rp. 1.215.766 per gram. Jika dibandingkan dengan minggu lalu, harga pada perdagangan pagi ini telah melemah karena aksi profit taking serta munculnya kekhawatiran mengenai kebijakan suku bunga. Meskipun demikian, fisik emas JFXGOLD X masih memiliki potensi untuk terus bergerak naik. Mengutip dari CNBC Indonesia JC O’Hara memperkirakan emas bisa saja menembus US$ 2.600 dalam waktu dekat. “Emas dalam tren penguatan terus menerus. Secara teknikal harganya bisa tembus US$ 2.600” tutur O’Hara – Proyeksi ROTCH Capital partners. Ramalan harga emas dunia yang diperkirakan mencapai US$ 2.600 per troy ounce ini bisa saja terjadi apabila adanya beberapa faktor pendukung yang mempengaruhi. Misalnya pada kejadian Geopolitik bahwa China telah memulai hari kedua latihan perang di sekitar Taiwan, serta keputusan Irlandia, Norwegia dan Spanyol untuk mengakui negara Palestina yang merdeka, telah meningkatkan ketegangan Geopolitik dan mempengaruhi pasar, membantu mendorong adanya permintaan akan emas sebagai aset safe haven. Selain itu serangan Israel pada wilayah Rafah juga ikut memanaskan geopolitik dan menaikkan kekhawatiran akan masa depan dan pergerakan harga emas dunia. Pergerakan harga fisik emas JFXGOLD X yang ditransaksikan menggunakan harga pasar dunia memang dipengaruhi oleh beberapa faktor, namun perlu dipahami bahwa sifat emas sebagai aset safe haven menjadikan emas akan terus bergerak naik.

News Update

Harga Emas Pekan Ini: Mungkinkah Naik ke US$ 2.000?

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas ditutup terkoreksi pada Jumat pekan kemarin, namun harga emas masih berada di jalur kenaikan mingguan pertamanya dalam tiga minggu terakhir. Kenaikan harga dipicu keyakinan investor bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS)  The Federal Reserve (the Fed) telah selesai menaikkan suku bunganya, sehingga menyebabkan dolar AS dan imbal hasil Treasury lebih rendah. Pada perdagangan Jumat (17/11/2023) harga emas di pasar spot ditutup melemah 0,04% di posisi US$ 1.980,01 per troy ons. Dalam sepekan kemarin, harga emas telah mengalami kenaikan sebesar 2,23%. Sementara, hingga pukul 06.00 WIB Senin (20/11/2023), harga emas di pasar spot dibuka lebih rendah atau turun 0,16% di posisi US$ 1.976,78 per troy ons. Dolar berada di jalur penurunan mingguan, membuat emas lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun berada di dekat posisi terendah dalam dua bulan. Jumlah orang AS yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran meningkat lebih dari perkiraan pada minggu lalu, yang dapat membantu perjuangan The Fed melawan inflasi. Data tersebut semakin menegaskan jika ekonomi AS mendingin. Terlebih, inflasi AS juga melandai ke 3,2% (year on year/yoy) pada Oktober 2023, dari 3,7% (yoy) pada September 2023. Pasar tenaga kerja yang melambat dan data inflasi konsumen yang lebih lemah dari perkiraan mendorong pelaku pasar untuk merevisi perkiraan mereka mengenai tindakan The Fed di masa depan. Para pelaku pasar kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunganya tidak berubah pada pertemuan kebijakan 12-13 Desember mendatang, menurut alat CME FedWatch. Kondisi ini akan berdampak positif terhadap emas. Harga emas sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury menguat. Kondisi ini tak menguntungkan emas karena dolar yang menguat membuat emas sulit dibeli sehingga permintaan turun. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik. Namun, suku bunga yang lebih rendah akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury melemah, sehingga dapat menurunkan opportunity cost memegang emas. Sehingga emas menjadi lebih menarik untuk diburu. Pekan ini, investor menanti data risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan keluar Rabu pekan ini. Risalah tersebut diharapkan bisa memberi sinyal lebih jelas mengenai kebijakan suku bunga ke depan. “Ada potensi besar emas terus rally ke depan tetapi saat ini emas memang perlu melemah sedikit sebelum rally berikutnya. Emas sedang mencoba melewati level US$ 2.000 per troy ons,” tutur Everett Millman, analis dari Gainesville Coins, kepada Reuters.

0
    0
    Your Cart
    Your cart is empty
    Scroll to Top