Harga Emas Hari Ini, Senin (20/11/2023) Sentimen The Fed Mereda
Harga emas global hari ini berisiko mengalami aksi ambil untung (profit taking) karena meredanya sentimen konflik Timur Tengah antara Israel-Palestina.
Kinesis Monetary International
Harga emas global hari ini berisiko mengalami aksi ambil untung (profit taking) karena meredanya sentimen konflik Timur Tengah antara Israel-Palestina.
Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas global hari ini diperkirakan akan mengalami jenuh beli setelah Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve atau The Fed mempertahankan suku bunga acuan stabil di kisaran 5,25%-5,5% pada pertemuan yang digelar 31 Oktober-1 November 2023. Tim analis Monex Investindo Futures menjelaskan secara teknikal setelah membentuk pola reversal pattern double top, emas kini semakin menjauhi level tertinggi lima bulan, Kemampuan harga menembus level support daily juga menjadi sinyal bahwa potensi penurunan masih tetap terbuka. “Dengan menggunakan pola zigzag, struktur penurunan juga kian tampak, adanya pola harga lower high dan diikuti dengan dengan lower low menjadi sinyal penurunan harga emas,” tulis analis Monex, Kamis (2/11/2023). Analis Monex menambahkan emas masih memiliki kesempatan turun lantaran saat ini harga berada pada channel down pattern dan indikator stochastic juga menunjukkan peluang jual karena garis merah dan biru berpotongan di area jenuh beli. Bila terus bergerak turun maka emas berpeluang menuju level support US$1.974,90 per troy ounce. Sentimen dari mancanegara khususnya AS tertuju pada keputusan Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetap stabil tetapi membuka kemungkinan kenaikan lebih lanjut, dalam pernyataan kebijakan yang mengakui kekuatan ekonomi AS cukup mengejutkan. “Saat bayangan faktor makro [dari kekuatan dolar, meningkatnya ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama dan berkurangnya tekanan inflasi] tetap ada setelah pertemuan The Fed, lalu faktor geopolitik telah lebih dari cukup untuk mengimbanginya,” kata analis Standard Chartered, Suki Cooper, mengutip Reuters, Kamis (2/10/2023). Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral AS tidak memikirkan penurunan suku bunga saat ini. Pekan ini, harga emas sedikit turun setelah melampaui level penting US$2.000 pada Jumat pekan lalu. Emas batangan naik lebih dari 7% pada Oktober 2023, dibantu oleh kuatnya permintaan safe-haven akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah. Setelah keputusan The Fed, dolar AS mempertahankan penguatannya sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun ke posisi terendah dalam dua minggu. Para pedagang menambahkan spekulasi bahwa bank sentral telah selesai menaikkan suku bunga mereka dan akan mulai menurunkan suku bunga pada bulan Juni tahun depan. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost memegang emas. “Kombinasi dari suku bunga yang lebih rendah, melemahnya dolar AS, dan pembelian sektor resmi yang kuat akan membantu emas dalam jangka panjang,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.
Harga emas hari ini diprediksi membidik resistance terdekat di area US$1.987,10 sebelum membidik resistance kuat di US$1.991,22 per troy ounce.
Harga emas hari ini diprediksi bertahan di zona bullish, membidik resistance terdekat di US$1.980,76 sebelum menargetkan resistance kuat di US$1.987,87.
Harga emas global hari ini membidik resistance terdekat di area US$1.981,81 sebelum menargetkan resistance kuat di US$1.987,87 per troy ounce.
Harga emas global pekan depan diprediksi akan mengalami kenaikan pada seiring dengan perang Israel-Hamas.
Isu politik di Amerika Serikat bisa mendorong harga emas rebound, apalagi melihat posisinya di level terendah tujuh bulan.
Analis memprediksi harga emas global hari ini berpeluang melanjutkan pelemahan setelah tertekan selama 6 hari berturut-turut.
Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas masih berisiko tertekan akibat peluang kenaikan suku bunga lanjutan Federal Reserve (The Fed) yang membuat dolar AS naik. Pada perdagangan Senin (25/9/2023) pukul 08.00 WIB, harga emas spot turun 0,02 persen atau 0,39 poin menjadi US$1.924,84 per troy ounce. Harga emas Comex kontrak Desember 2023 terkoreksi 0,07 persen atau 1,30 poin menuju US$1.944,30 per troy ounce. Federal Reserve pada Rabu (20/9/2023) mempertahankan suku bunga tidak berubah tetapi tidak mengesampingkan kemungkinan kenaikan suku bunga sekali lagi pada pertemuan November. Sinyal hawkish The Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama memicu reli dolar AS dan mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah AS, sehingga melemahkan harga emas. “Kebijakan The Fed yang hawkish juga tidak terbukti terlalu populer di kalangan pembeli emas meskipun terdapat optimisme menjelang rilis tersebut. Emas menguat menuju 1.950 dolar AS menjelang keputusan tersebut, sejalan dengan nilai tertinggi dari awal bulan ini, sebelum mengembalikan keuntungan pra-rilis hari itu dan mengakhirinya di zona merah,” kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA. Federal Reserve memperkirakan perekonomian AS akan mengalami soft landing, dengan memperkirakan suku bunga The Fed akan turun dari 5,6 persen pada tahun 2023 menjadi 5,1 persen pada tahun 2024, dan PDB AS akan meningkat sebesar 2,1 persen pada tahun 2023 dan 1,5 persen pada tahun 2024. The Fed selanjutnya memperkirakan dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2024, bukan empat kali.