Kinesis Monetary International

jaditau

Uncategorized

Mulai Bergerak Tinggalkan Zona Bearish, Harga Fisik Emas JFXGOLD X Naik 2 Hari Berturut-turut

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas memiliki hubungan terbalik dengan Dolar AS, sebagian besar hubungan antara emas dan dolar ini bersifat translasi dimana harga emas dihargai dalam Dolar AS. Hal ini akan membuat Dolar AS yang lebih kuat akan menghasilkan harga emas dalam Dolar AS yang lebih rendah. Secara historis emas memiliki korelasi positif dengan inflasi karena emas dipandang sebagai penyimpan kekayaan jangka panjang untuk melawan penurunan daya beli mata uang. Suku bunga AS yang lebih tinggi biasanya dikaitkan dengan imbal hasil emas yang lebih rendah karena hal ini meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset berimbal hasil nol. “Kita sedang berada di periode stagnasi, dengan aktivitas yang terbatas dalam rentang tertentu, mencari data atau stimulus berikutnya yang dapat mendorong emas keluar dari rentang ini,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.Seolah meng-iya kan apa yang dikatakan oleh David Meger, harga fisik emas JFXGOLD X mengalami kenaikan selama dua hari berturut-turut. Hal ini tercatat pada pergerakan harganya yang berhasil mengalami kenaikan sebanyak 0,96% pada hari Selasa, dan kembali mengalami kenaikan sebanyak 1,91% pada Rabu hari ini. Kenaikan yang terjadi pada pembukaan perdagangan pagi ini (11/12/2024) membawa fisik emas JFXGOLD X menduduki posisi US$. 2.710.31 per troy ounce atau Rp. 1.388.571 per gram. Melansir dari Investing.com kenaikan harga emas dunia yang pagi ini terjadi di sesi Asia didukung oleh perubahan kebijakan China dan risiko geopolitik Timur Tengah. Selain itu bank sentral China yang menambahkan cadangan emasnya untuk pertama kali dalam tujuh bulan kebelakang membuat permintaan emas meningkat. Ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah juga memberikan penambahan kebutuhan logam mulia, karena investor berlomba-lomba mencari aset safe haven. Melansir dari Bloomberg Technoz, secara teknikal dengan perspektif harian (Daily time frame) saat ini emas menghuni zona bullish. Hal ini terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 58,84 di atas 50. Hal ini menandakan bahwa suatu aset sedang berada dalam zona Bullish. Rincian harga fisik emas JFXGOLD X 11 Desember 2024 : Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Uncategorized

Beli Sekarang! Fisik Emas JFXGOLD X Hanya 1,3 juta

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas dunia turun tipis pada perdagangan Jumat minggu lalu. Penurunan ini sejalan dengan harga fisik emas JFXGOLD X yang transaksinya berjalan secara real time dengan menggunakan harga pasar dunia. Kondisi tersebut membawa fisik emas JFXGOLD X berada di posisi US$ 2.653.61/Toz atau Rp. 1.358.510 gram. Namun pada perdagangannya pagi ini, Senin (9/12/2024) harga fisik emas JFXGOLD X berhasil naik sebesar 0,25% dengan berada di posisi US$ 2.660.26 per troy ounce atau Rp. 1.361.868 per gram. Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame) emas masih tersangkut di zona bearish, yakni Relative Strength Index (RSI) nya yang berada di bawah 50 tepatnya di 46,83. Namun dilansir dari Bloomberg Technoz harga emas dunia sudah diprediksi akan terus mengalami peningkatan di tahun depan. Hal ini didorong oleh permintaan tinggi dari bank sentral, ketidakstabilan geopolitik dan potensi pelemahan dolar Amerika Serikat (AS). Rincian harga fisik emas JFXGOLD X 9 Desember 2024 : Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Uncategorized

Lanjutkan Koreksi, Fisik Emas JFXGOLD X Turun Lagi

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas dunia kembali melanjutkan pelemahannya. Pada perdagangan hari ini Rabu (5/12/2024) fisik emas JFXGOLD X menempati posisi US$ 2.664,15 per troy ounce atau Rp. 1.364.106 per gram. Kondisi seperti ini membuat para investor semakin bersiap untuk menghadapi informasi terbaru dari pidato chairman Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed). Pidato tersebut memiliki potensi untuk memberikan kejelasan mengenai prospek kebijakan moneter bank sentral yang tentunya dapat memberikan pengaruh pada pergerakan harga emas dunia. Dilansir dari Investing.com, menyambut pidato Chairman The Fed yang akan diselenggarakan pada Kamis dini hari waktu Indonesia, beberapa pejabat The Fed memberikan komentar. Misalnya saja Christopher Waller yang menyatakan dukungannya untuk pemangkasan suku bunga bulan ini, semantara Presiden Bank Fed New York John Wiliams menyerahkan pergeseran bertahap ke arah kebijakan yang netral. Tentunya komentar dari beberapa pejabat The Fed ini mengangkat ekspektasi pasar akan adanya pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed mendatang. Kondisi harga emas dunia saat ini membuat emas tertahan di zona bearish. Hal ini dilihat berdasarkan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 48,03, dimana jika RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang berada di zona bearish. Dilansir dari CNBC Indonesia, kondisi saat ini membawa perhatian para investor kepada sejumlah data penting yang dapat mempengaruhi harga emas, diantaranya seperti inflasi pengeluaran pribadi warga AS atau PCE, data pertumbuhan ekonomi, hingga pidato Chairman Jerome Powell pada Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan diselenggarakan dini hari nanti. “Saya masih memperkirakan pemotongan suku bunga sebesar 25 bps pada Desember, tetapi pejabat The Fed baru-baru ini menunjukkan nada yang lebih hati-hati menjelang 2025, yang bisa menjadi hambatan bagi emas,” kata Peter Grant, wakil presiden dan kepala strategis logam di Zaner Metals, dikutip dari Reuters. Rincian harga fisik emas JFXGOLD X 4 Desember 2024 : Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Uncategorized

Menunggu Pidato Chairman The Fed, Mau Dibawa Kemana Harga Emas?

Jakarta, MetalNews Digital – Membuka perdagangan bulan Desember harga emas dunia masih anjlok. Penurunan harga emas dunia tidak lain karena dampak kenaikan dolar AS pasca terpilihnya Donald Trump, kemenangan ini membawa greenback yang lebih kuat. Pelemahan harga emas yang juga terjadi pada minggu lalu didorong oleh berkurangnya minat terhadap aset safe haven yang menyusul kesepakatan gencatan senjata pada minggu ini yang ditengahi oleh AS antara Israel dan Hizbullah. Berdasarkan notulen FOMC bulan lalu, Chairman Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell akan berpidato pada Kamis (5/12/2024) pukul 01.45 WIB. Pidato ini sangat ditunggu-tunggu, saat ini para investor sedang menunggu sinyal mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed. Dilansir dalam CNBC Indonesia, dalam notulen dari pertemuan Federal Open Market (FOMC) pada bulan November, pejabat The Fed menyampaikan bahwa inflasi saat ini sedang lambat dan pasar tenaga kerja tetap kuat. Hal ini memungkinkan adanya pemotongan suku bunga lebih lanjut meskipun dilakukan secara bertahap. Dalam keterangan tersebut disampaikan bahwa para pejabat merasa nyaman dengan lajunya inflasi yang masih berada di atas target 2% yang ditetapkan oleh The Fed. “Dalam membahas prospek kebijakan moneter, peserta memperkirakan bahwa jika data sesuai dengan harapan, dengan inflasi yang terus menurun secara berkelanjutan menuju 2% dan ekonomi tetap berada dekat dengan kondisi pekerjaan maksimum, maka kemungkinan besar akan tepat untuk bergerak secara bertahap menuju kebijakan yang lebih netral dari waktu ke waktu,” dikutip dari notulen FOMC bulan lalu. Pelemahan harga emas dunia yang masih terjadi sampai dengan perdagangan hari ini, membawa harga fisik emas JFXGOLD X menduduki posisi US$ 2.641.85 per troy ounce atau Rp. 1.352.594 per gram. Jika dibandingkan dengan harga pada perdagangan minggu lalu tepatnya hari Jumat (29/11/2024) harga pada perdagangan hari ini mengalami pelemahan sebanyak 1,38% per troy ounce. Meskipun demikian jika ditarik kebelakang, pergerakan harga fisik emas JFXGOLD X selama lebih dari 11 bulan ini telah berhasil mengalami kenaikan sebanyak 30%, tentunya kenaikan ini tidaklah sedikit. Rincian harga fisik emas JFXGOLD X 2 Desember 2024 : Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Uncategorized

Apakah Fisik Emas JFXGOLD X Berada dalam Zona Bearish?

Jakarta, MetalNews Digital – Sebagai emas yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia, fisik emas JFXGOLD X saat ini masih menjadi emas dengan harga terendah. Pada bulan November sendiri fisik emas JFXGOLD X sudah mengalami penurunan dan peningkatan yang cukup sering, dalam hitungan hari saja fisik emas JFXGOLD X berhasil mengalami kenaikan sebanyak 2,10% per troy ounce, meskipun begitu harga nya kembali turun pada perdagangan selanjutnya. Misalnya saja perdagangan hari ini Kamis (28/11/2024) harga nya menempati posisi US$ 2.641,9 per troy ounce atau Rp. 1.352.913 per gram. Harga tersebut telah mengalami pelemahan sebesar 1,6% per troy ounce sejak harga tertinggi terakhirnya pada perdagangan di hari Senin (25/11/2024). Melansir dari Bloombergtechnoz.com, secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas belum bisa keluar dari zona bearish atau kondisi di mana harga nya mengalami penurunan. Dilihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 46,41 yang menandakan bahwa RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang berada di dalam posisi bearish. Update data ekonomi terbaru di Amerika Serikat (AS) menjadi pemberat bagi laju harga emas. Tadi malam waktu Indonesia, US Bureau of Economic Analysis merilis data belanja konsumen (personal spending) di Amerika Serikat (AS) periode Oktober. “Kami melihat koreksi harga emas terjadi sebagian karena pertumbuhan personal spending. Jika konsumen masih kuat, meski berhadapan dengan inflasi, maka ada ketahanan di sana,” kata Phillip Streible, Chief Market Strategist di Blue Line Futures, sebagaimana dikutip dari Bloomberg News. Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) ragu untuk menurunkan suku bunga acuannya secara agresif. Padahal emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun, karena ikut menurunkan opportunity cost, lanjut Steible. Pelemahan harga emas juga terjadi karena munculnya kabar yang menyebutkan Israel-Hezbullah yang sudah semakin dekat dengan kesepakatan gencatan senjata. Dilansir dari CNBC Indonesia, pelemahan harga emas juga dipicu oleh aksi profit taking dimana ada kelelahan pembelian pasca-reli di pekan lalu. Adanya indeks dolar AS yang juga sempat terbang ke level tertinggi selama dua tahun ini semakin membebani emas. “Laporan yang menyebutkan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati syarat-syarat perjanjian untuk mengakhiri konflik Israel-Hezbollah semakin menurunkan harga emas.” Tutur Daniel Ghali, analis komoditas di TD Securities, kepada Reuters. Pelemahan harga emas yang terjadi saat ini tidak serta merta memberikan tren negatif pada perdagangannya, tetapi adanya pelemahan harga justru bisa dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan transaksi pembelian, mengingat adanya kesempatan emas dunia yang akan menempati posisi tertingginya pada tahun depan.

Uncategorized

Fisik Emas JFXGOLD X Terus Berjuang, Intip Harganya Sekarang!

Jakarta, MetalNews Digital – Pergerakan harga emas dunia kian menyita perhatian investor, kondisinya yang terus mengalami perubahan membuat seluruh mata terfokus pada perubahan setiap harinya. Misalnya saja pada hari ini, meskipun pada penutupan perdagangannya di hari Jumat harga fisik emas JFXGOLD X masih terbilang stabil, namun Senin (25/11/2024) harga fisik emas nya sudah kembali mengalami penurunan dengan menduduki posisi US$ 2.686,54 per troy ounce atau Rp. 1.375.459 per gram. Melansir dari CNBC Indonesia, terjadinya lonjakan harga emas dunia pada minggu lalu menjadi catatan kinerja mingguan terbaik dalam 20 bulan terakhir. Adanya kenaikan ini didorong oleh peningkatan permintaan akan aset lindung nilai (Aset Safe Haven) di tengah kondisi ketegangan geopolitik yang saat ini masih berlangsung. Melansir dari Bloombergtecnoz.com secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame) emas sudah masuk ke zona bullish. Hal ini terlihat melalui Relative Strength Index (RSI) sebesar 50,29. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas tipis saja di atas 50 sehingga masih cenderung netral. Rincian harga fisik emas JFXGOLD X 25 November 2024 Ketegangan geopolitik, risiko ekonomi dan dalam lingkungan suku bunga rendah membuat emas menjadi bersinar. Hal tersebut membuat emas menjadi banyak diminati sehingga harganya mudah untuk dijangkau. Melansir dari CNBC Indonesia, beberapa pembuat kebijakan seperti The Fed pada minggu ini menyatakan bahwa kekhawatiran kemajuan inflasi telah terhenti dan menganjurkan untuk berhati-hati, sementara yang lain menekankan perlunya pemotongan suku bunga yang berkelanjutan.

Uncategorized

Manfaatkan Kondisi, Beli Emas Sekarang untuk Sambut Rekor Harga Tahun Depan

Jakarta, MetalNews Digital – Alami penurunan lebih dari satu minggu lamanya, harga emas dunia semakin menyita perhatian publik. Adanya penurunan harga yang cukup tajam terjadi beriringan dengan penguatan yang cukup signifikan dari dolar Amerika Serikat (AS) serta adanya kenaikan imbal hasil obligasi AS. Setelah kemenangan Donald Trump dalam pilpres AS pasar memperkirakan adanya kebijakan fiskal agresif yang akan berdampak pada inflasi serta penguatan dolar. Misalnya saja pada perdagangan di hari Kamis (14/11/2024) harga fisik emas JFXGOLD X berada di posisi US$ 2.600.56 per troy ounce, pelemahan harga yang terjadi ini melanjutkan tren negatif dari emas yang ambruk mencapai 5,6% dari harga tertingginya pada tanggal 4 November 2024. Apa yang membuat harga emas mengalami tekanan yang cukup dahsyat? Melansir dari CNBC Indonesia, Imbal hasil US Treasury dan Inflasi AS, penguatan dolar AS dan imbal hasil US Treasury memberikan dampak negatif kepada emas. Pembelian emas dikonversi ke dolar AS hal ini membuat harga emas menjadi semakin mahal, sulit untuk digapai dan mengurangi minat pembelian. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas menjadi kurang menarik. “Setelah kemenangan Trump, pasar kini memprediksi kebijakan pajak dan tarif baru yang akan mendorong inflasi dan permintaan dolar yang lebih kuat,” kata Rhona O’Connell, analis dari StoneX. Meskipun saat ini harga emas dunia sudah kembali merangkak naik, namun menanggapi hal tersebut Goldman Sachs Group Inc menilai kenaikan ini belum sepenuhnya berakhir. Mengingat adanya prediksi bahwa harga emas akan menyentuh level US$ 3.000 per troy ounce di tahun depan. “Pilihlah emas,” kata para analis termasuk Daan Struyven dalam catatannya, menegaskan kembali target US$ 3.000 per troy ounce pada Desember 2025, dikutip dari Bloomberg, Selasa (19/11/2024). Menurutnya, permintaan emas dari bank sentral akan lebih tinggi pada tahun depan. Sementara fluktuasi di bursa saham juga mengalami peningkatan saat The Fed kemungkinan kembali mengambil sikap untuk memangkas suku bunga acuan. Sebagai komoditas yang masih banyak dipilih untuk lindung nilai, kenaikan emas telah didukung oleh peningkatan pembelian dari sektor resmi, dan peralihan The Fed ke kebijakan yang lebih longgar. Goldman juga mengatakan bahwa pemerintahan Trump bisa mendorong harga emas batangan. Kenaikan harga emas dunia sejalan dengan kenaikan harga fisik emas JFXGOLD X. Misalnya pada perdagangan pagi ini Rabu (20/11/2024) menempati posisi US$ 2.655.33 per troy ounce atau Rp. 1.347.250 per gram. Jika dibandingkan dengan ambruknya harga pada perdagangan (14/11/2024) fisik emas JFXGOLD X berhasil bangkit sebanyak 2,10% dalam kurun waktu 6 hari. Kenaikan yang terjadi ini disebabkan oleh situasi geopolitik yang menguatkan permintaan untuk emas dan aset safe haven lainnya. Melansir dari investing.com eksalasi ketegangan geopolitik dan risiko peningkatan konflik memicu permintaan terhadap emas, sementara pasar terus menganalisis kebijakan ekonomi global dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi.

News Update

Fisik Emas JFXGOLD X Naik Rp. 15.000 dalam sehari

Jakarta, MetalNews Digital – Setelah berhasil menempati posisi US$ 2400 per troy ounce, hari ini fisik emas JFXGOLD X berhasil bergerak naik pada pembukaan perdagangannya pagi ini Selasa (16/7/2024). Kenaikan yang mencapai 0,83% per troy ounce ini berhasil membawa fisik emas JFXGOLD X menempati posisi US$ 2.443,97 per troy ounce atau Rp. 1.247.203 per gram. Jika dibandingkan dengan harga pada perdagangan kemarin, harga fisik emas JFXGOLD X pada hari ini berhasil mengalami kenaikan sebanyak Rp. 15.306 per gram. Naiknya harga fisik emas JFXGOLD X yang terjadi mulai hari Senin minggu ini berhasil memecahkan rekor harga tertinggi sejak dua bulan terakhir. Melansir dari CNBC Indonesia adanya kenaikan harga emas dunia ini dibantu oleh harapan penurunan suku bunga dari Bank Sentral Dunia The Federal Reserve (The Fed) karena saat ini para pedagang sedang menunggu komentar lebih lanjut dari pejabat the Fed untuk mengukur waktu pemotongan tersebut. “Jalur harga emas dan perak akan terus sideways menuju harga yang lebih tinggi dan saya tidak akan terkejut melihat rekor tertinggi baru di sini dalam beberapa minggu mendatang atau bahkan lebih cepat,” kata Jim Wyckoff, analis pasar senior di Kitco Metals. Bos The Fed Jerome Powell pada hari Senin awal minggu ini mengatakan 3 pembacaan inflasi AS selama kuartal kedua tahun ini “menambah keyakinan” bahwa laju kenaikan harga kembali ke target The Fed secara berkelanjutan, pernyataan yang menunjukan peralihan ke penurunan suku bunga mungkin tidak akan lama lagi. Kenaikan yang terjadi pada harga fisik emas JFXGOLD X memberikan angin segar kepada pemilik fisik emas, terlebih bagi mereka yang sudah memiliki fisik emas sejak awal tahun ini. Jika kita melihat harga fisik emas JFXGOLD X pada enam bulan ke belakang (2/1/2024) harga fisik emas JFXGOLD X berhasil mengalami peningkatan sebanyak 17,31% per troy ounce dengan berada di posisi US$ 2.083,25 per troy ounce. Jika dilihat berdasarkan harga per gram, maka harga fisik emas JFXGOLD X berhasil mengalami kenaikan sebanyak Rp. 238.618 per gram. Harga emas dunia memang tidak selalu bergerak mulus, tetapi dapat dipastikan bahwa harga nya akan bergerak meningkat secara perlahan. Hal ini sudah berhasil dibuktikan oleh fisik emas JFXGOLD X yang berhasil mengalami kenaikan lebih dari dua ratus ribu dalam waktu 6 bulan saja. Hal ini lah yang membuat menabung fisik emas sangat direkomendasikan sebagai pilihan untuk mempersiapkan dana masa depan. Jangan ditunda-tunda nabung fisik emas sekarang!

News Update

Fisik Emas JFXGOLD X Turun Rp. 12.000

Jakarta, MetalNews Digital – Setelah mengalami kenaikan pada perdagangannya kemarin, hari ini Rabu (10/7/2024) fisik emas JFXGOLD X mengalami pelemahan sebanyak 0,67% per troy ounce dan menempati posisi US$ 2.381.24 per troy ounce. Pelemahan harga emas dunia berhasil mematahkan pergerakan meningkatnya harga selama tiga hari secara beruntun. Pelemahan harga emas dunia pada hari selasa ini bisa menjadi awal yang buruk bagi para investor emas. Turunnya harga emas dunia diduga terjadi akibat aksi taking profit oleh sebagian investor emas. Melansir dari Bloombergtechnoz.com lonjakan harga emas dunia dipicu oleh perkembangan di Amerika Serikat (AS). Akhir pekan lalu, US Bureau of Labor Statistic melaporkan data ketenagakerjaan periode Juni. Melansir dari CNBC Indonesia adanya penurunan harga emas dunia terjadi akibat tekanan oleh reli risk-on di ekuitas dan aksi ambil untung alias taking profit oleh investor setelah emas reli tajam di sesi sebelumnya atas ekspektasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) dapat memangkas suku bunga pada bulan September. “Terlihat banyak aksi taking profit, dan ekuitas menguat sehingga menjadi sedikit faktor persaingan terhadap logam mulia,” ujar Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, dikutip dari Reuters. Pergerakan harga emas dunia mempengaruhi harga fisik emas JFXGOLD X yang ditransaksikan menggunakan harga pasar dunia. Setelah mengalami kenaikan pada Senin kemarin (8/7/2024) hingga menempati posisi mendekati US$ 2.400 per troy ounce atau tepatnya berada di posisi US$ 2.397.31 per Troy Ounce atau Rp. 1.254.699 per gram, hari ini harga fisik emas JFXGOLD X kembali melemah sebanyak Rp. 12.285 per gram. Melansir dari bloombergtechnoz.com adanya perkembangan ini menunjukkan bahwa perekonomian Negeri Adikuasa mulai ‘mendingin’ akibat adanya kebijakan moneter yang ketat, kondisi ini membuat suku bunga acuan saat ini berada di level tertinggi dalam 22 tahun terakhir. Artinya melalui kondisi ini AS sudah butuh perlonggaran untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan misalnya resesi. Keywords : # # # # #

News Update

Kondisi Logam Mulia Kuning Jelang The Fed Rilis Data Inflasi Rujukan

Kamis 30/5/2024 harga fisik emas JFXGOLD X mengalami penurunan pada pembukaan perdagangannya dengan berada di posisi US 2.345,54 per troy ounce atau Rp. 1.225,517 per gram. Menurunnya harga fisik emas JFXGOLD X diakibatkan penguatan Dolar AS dan yield AS yang naik lebih tinggi. Kondisi ini mengecilkan harapan adanya pemotongan suku bunga Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) pada bulan September memberikan tekanan penjualan pada logam mulia kuning ini. Disisi lain, mengutip dari bloombergtechnoz.com Gubernur Federal Reserve Bank of Atlanta Raphael Bostic menyampaikan harapannya terkait tekanan harga yang “eksplosif” yang terlihat selama pandemi Covid-19 akan menjadi normal dalam setahun kedepan. “Pandangan saya adalah bahwa jika segala sesuatunya berjalan sesuai dengan apa yang saya harapkan inflasi berjalan perlahan, pasar tenaga kerja perlahan dan teratur bergerak kembali ke posisi yang lebih lemah, tapi dengan pertumbuhan yang stabil saya melihat akhir tahun ini, kuartal keempat, sebagai waktu dimana kita mungkin benar-benar memikirkan dan bersiap untuk menurunkan suku bunga” ujar Bostic saat berbicara pada konferensi di Atlanta pada Rabu. Berikut beberapa agenda penting yang akan diselenggarakan besok (31/5/2024) yang perlu dipantau oleh pelaku pasar, karena berpotensi akan mempengaruhi pergerakan pasar keuangan di seluruh dunia : Jumat (31/5/2024) Data produksi industri Korea Selatan pada AprilInflasi Tokyo di luar makanan segar pada AprilAngka pengangguran Jepang AprilData PMI Manufaktur dan non-Manufaktur China bulan MeiData PDB India untuk kuartal 1-2024Data inflasi Zona EuroASData pendapatan pribadi ASData belanja pribadi ASPCE Deflator bulanan April Amerika SerikatPCE Core Deflator ASGubernur The Fed Logan bicara di sesi tanya jawab Sumber : bloombergtechnoz.com

0
    0
    Your Cart
    Your cart is empty
    Scroll to Top