Kinesis Monetary International

JFXGOLDX

News Update, Uncategorized

Libur Telah Usai, Harga Emas Perpanjang Pelemahan

Jakarta, MetalNews Digital – Libur panjang telah usai, tapi harga emas dunia masih lanjutkan pelemahannya. Bulan Mei memang dipenuhi dengan pergerakan harga emas dunia yang tidak stabil. Diawali dengan penguatan panjang pada awal bulan, kemudian ditutup dengan pelemahan sampai dengan akhir bulan. Tidak berhenti disitu, mengawali awal bulan Juni harga emas dunia masih belum sanggup untuk bangkit. Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan harga pada perdagangannya di awal bulan Mei, harga pada pembukaan perdagangan bulan Juni ini berhasil menguat sebanyak 0,30% per troy ounce. Hal yang sama terjadi pula pada harga emas fisik JFXGOLD X yang ditransaksikan menggunakan harga pasar dunia, dimana harganya bergerak secara real time dan dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Namun untuk mengawali perdagangan pada bulan Juni, harga emas fisik JFXGOLD X pada perdagangan hari ini Senin (2/6/2025) kembali tertekan dan masih bertahan di area konsolidasi. Meredanya tekanan tarif antara Amerika Serikat (AS) dengan Uni Eropa serta penguatan dolar AS membuat harga emas masih memperpanjang pelemahannya belakangan ini. Pelemahan yang terjadi membawa harga emas fisik JFXGOLD X pada perdagangannya hari ini menduduki posisi US$ 3.309.49 per troy ounce atau Rp. 1.767.838 per gram. Pengadilan Banding Federal secara semantara mengaktifkan kembali tarif paling luas yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump pada Kamis, sehari setelah pengadilan perdagangan AS memutuskan bahwa Trump telah melampaui wewenangnya dalam memberlakukan tarif tersebut dan memerintahkan penghentian segera. “Emas saat ini sedang mengalami koreksi dari level tertinggi baru-baru ini dan berada dalam periode konsolidasi,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures kepada Reuters. Ia menambahkan “Emas mengalami tekanan ringan karena kebutuhan akan aset safe-haven sedikit berkurang, tetapi tampaknya akan ada perlawanan signifikan dari Trump, dan hal itu pada akhirnya akan membantu harga.” dilansir dari reuters.com. Dilihat dari data, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Amerika Serikat mencatat kenaikan tahunan sebesar 2,1% pada April, dibandingkan perkiraan sebelumnya 2,2%. Adanya laporan ini para pedagang terus bertaruh bahwa Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan target suku bunga pinjaman jangka pendek pada September. Emas juga akan tetap digunakan sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian. Disisi lain, permintaan emas fisik di India lesu pada pekan ini. Hal ini dikarenakan kenaikan harga domestik dan berakhirnya musim pernikahan yang membuat pembeli enggan berbelanja.

News Update, Uncategorized

Harga Emas Turun Rp. 18.000/gram, Waktunya Borong?

Jakarta, MetalNews Digital – Setelah menguat dan bertahan di zona hijau selama 3 hari berturut-turut, hari ini harga emas dunia alami pelemahan. Jumat (23/5/2025) harga emas dunia mengalami pelemahan, hal ini terjadi pula pada harga emas fisik JFXGOLD X yang ditransaksikan menggunakan harga pasar dunia. Pada perdagangannya pagi ini, harga emas fisik JFXGOLD X melemah Rp. 18.000 per gram. Jika dibandingkan dengan harga pada perdagangannya kemarin, harga emas fisik JFXGOLD X sudah melemah sebanyak 0,65% per troy ounce. Penguatan harga emas dunia selama 3 hari kemarin berhasil membawanya ke posisi tertinggi selama 2 minggu terakhir. Jika dilihat secara teknikal daily time frame, emas berada di zona bullish. Hal ini terlihat dari Relative Strength Index (RSI) sebesar 53,95. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun saat ini RSI emas belum jauh dari 50, sehingga bisa dikatakan masih cenderung netral. Dilansir dari CNBC Indonesia, seolah meminta untuk rehat terlebih dahulu, pelemahan harga emas yang terjadi pada perdagangannya pagi ini terjadi usai penguatan dolar Amerika Serikat dan investor membukukan keuntungan alias taking profit setelah harga menyentuh level tertinggi dua minggu di awal sesi. “Kami melihat beberapa tekanan aksi ambil untung dari kenaikan baru-baru ini dan indeks dolar AS yang lebih kuat merupakan faktor bearish emas lainnya,” ujar Jim Wycoff, analis senior di Kitco Metals dalam CNBC Indonesia. “Bayangan pasar obligasi global yang goyah akan menjadi faktor dasar yang menguntungkan bagi pasar emas yang akan membatasi penurunan,” tambah Wycoff. Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 23 Mei 2025 (08.05 WIB) : Simak informasi lainnya, hanya di MetalNews.

News Update, Uncategorized

Dalam Sehari Emas Fisik JFXGOLD X Naik Rp. 35.000/gram

Jakarta, MetalNews Digital – Dampak Keputusan Moody’s Investors Service berhasil menopang harga emas dunia sampai dengan hari ini. Moody’s Investors Service mengeluarkan keputusan untuk memangkas peringkat kredit pemerintah Amerika Serikat (AS) dari AAA menjadi AA1. Penurunan peringkat AS memicu aliran safe haven ke emas, hal ini menopang harga meskipun ada sentimen risiko yang beragam. Pada minggu ini harga emas dunia kembali menguat, hal tersebut terjadi pula pada harga emas fisik JFXGOLD X yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia. Misalnya saja pada perdagangannya hari Senin (19/5/2025) harga emas dunia dalam hal ini adalah harga emas fisik JFXGOLD X berhasil menguat dan menempati posisi US$ 3.228.3 per troy ounce atau Rp. 1.740.952 per gram. Tidak berhenti disitu, dampak dari perubahan peringkat kredit pemerintah Amerika Serikat (AS) dari AAA menjadi AA1 masih terasa sampai dengan hari ini. Rabu 21 Mei 2025 harga emas fisik JFXGOLD X kembali lanjutkan penguatannya, hal ini membawa harganya menguat sebanyak 2,23% per troy ounce atau Rp. 35.000 per gram, sehingga pada perdagangan hari ini emas fisik JFXGOLD X berhasil menempati posisi US$ 3.297.36 per troy ounce atau Rp. 1.767.027 per gram. Penguatan harga emas yang sedang terjadi saat ini, membawa harga nya menempati zona hijau, dimana harga emas dunia sedang berada di posisi tertinggi dalam 2 minggu terakhir. Dilansir dari Bloomberg Technoz, secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas berada di zona bullish. Hal ini terlihat dari Relative Strength Index (RSI) sebesar 53,95. Dimana RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun saat ini RSI emas belum jauh dari 50, sehingga bisa dikatakan masih cenderung netral. “Masih ada tingkat ketidakpastian di pasar. Yang paling menonjol, penurunan peringkat Moody’s, melemahnya dolar telah mendukung kompleks logam mulia secara keseluruhan,” ujar David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, kepada Reuters dilansir dari CNBC Indonesia. Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 21 Mei 2025 : Simak informasi lainnya, hanya di MetalNews.

News Update, Uncategorized

Tidak Menutup Peluang Lahirnya Rekor Baru, Harga Emas Dunia Menguat 1,49%/Toz

Jakarta, MetalNews Digital – Setelah mengalami pelemahan selama beberapa hari pada perdagangannya kemarin, hari ini harga emas dunia kembali menguat. Penguatan ini terjadi tidak terkecuali pada harga emas fisik JFXGOLD X yang transaksinya dapat mengakses langsung pasar dunia, sehingga harganya bergerak real time dan dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Pada perdagangannya hari ini Rabu, 14 Mei 2025 harga emas fisik JFXGOLD X berhasil menguat sebanyak 1,49% per troy ounce. Penguatan ini membawa harganya menempati posisi US$ 3.282.02 per troy ounce atau Rp. 1.753.709 per gram. Dilansir dari Bloomberg Technoz Penguatan yang terjadi ini diprediksi akibat ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dengan China yang mereda, dimana pada ketegangan sebelumnya hal ini memicu aksi jual tajam di pasar. Disisi lain, dengan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dengan China dimana kedua negara ini bersama-sama memutuskan untuk menunda tarif selama 90 hari, memotong pungutan AS atas barang-barang China menjadi 30% dari 145% dan bea masuk China menjadi 10% dari 125%. Hal ini mengurangi aliran safe-haven ke emas. Namun dengan terjadinya hal ini, bukan berarti emas akan habis dan menutup peluang pemecahan rekor baru. “Negara-negara emerging market kemungkinan akan tetap menjadi pembeli emas terbesar di tengah kekhawatiran yang masih berlanjut perihal prospek ekonomi global, inflasi, dampak tarif dan ketergantungan terhadap dolar AS,” kata Grant Sporre, Global Head of Metals & Mining Bloomberg Intelligence bersama Analyst Emmanuel Munjeri, dalam kajian yang dipublikasikan oleh Bloomberg hari ini. Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 14 Mei 2025 (10.30 WIB) : Simak informasi lainnya, hanya di MetalNews.

News Update, Uncategorized

Turun lagi, Cek Harga Emas Hari Ini

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas fisik JFXGOLD X kembali turun pada perdagangannya hari ini, Rabu (30/4/2025). Penurunan harga yang terjadi pada harga emas dunia ini diimbangi dengan meredanya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China. Hal ini membuat berkurangnya daya tarik emas sebagai aset safe haven. Dilihat dari pergerakannya pada perdagangan hari ini, emas fisik JFXGOLD X turun sebanyak 0,27% dibandingkan harga pada perdagangannya kemarin. Menanggapi naik turunnya harga emas, penting rasanya kita mengetahui kapan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual emas. Ada 3 waktu yang tepat untuk membeli dan menjual emas. Pertama, Saat Nilai Rupiah Menguat. Ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar menguat, harga emas biasanya akan mengalami penurunan, hal ini terjadi karena emas diperdagangkan dalam dolar AS. Rupiah yang lebih kuat, biaya untuk membeli emas menjadi lebih rendah. Kedua, Dunia akan menghadapi krisis. Saat kondisi sosial politik suatu negara diprediksi akan krisis, para investor akan berburu emas untuk menyelamatkan uang mereka. Ketiga, Harga Emas Menurun, selanjutnya waktu yang tepat untuk membeli emas adalah saat harga emas sedang turun. Seperti saat ini harga emas fisik JFXGOLD X sedang turun dan menempati posisi US$ 3.355,7 per troy ounce atau Rp. 1.909.016 per gram. Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 30 April 2025 : Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih menghunii zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 60,51. Dimana RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang berada di posisi bullish. Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

News Update, Uncategorized

Harga Emas Turun Jadi Rp. 1,8 juta/gram, Ini Penyebabnya!

Jakarta, MetalNews Digital – Setelah mengalami perjalanan panjang naik dan turunnya harga emas selama beberapa pekan ke belakang, hari ini harga emas berusaha bangkit pada perdagangannya. Sebelumnya, pada perdagangan hari Senin kemarin (29/4/2025) harga emas fisik JFXGOLD X yang transaksinya terhubung langsung ke sistem pasar dunia melemah ke posisi US$ 3.343.13 per troy ounce atau Rp. 1.813.710 per gram. Namun pada perdagangannya hari ini Selasa (29/4/2025) emas fisik JFXGOLD X mengalami rebound dan berusaha bangkit dengan menempati posisi US$ 3.364.96 per troy ounce atau Rp. 1.818.351 per gram. Kondisi ini membawa harga emas fisik JFXGOLD X mengalami penguatan 0,65% per troy ounce pada perdagangannya hari ini. Harga emas masih bersifat fluktuatif, hal ini membuat investor tidak terlepas dari sikap wait and see. Bersamaan dengan sikap ini para pelaku pasar menunggu rilis data ekonomi, yang dapat memberikan gambaran seputar dampak penerapan tarif bea masuk baru di Amerika Serikat (AS). Dilansir dari CNBC Indonesia, harga emas yang berbalik arah pada perdagangannya di hari Senin disebabkan pada fokus pasar yang tertuju pada perkembangan antara Amerika Serikat (AS) dengan China hingga penantian serangkaian data ekonomi, hal ini yang membawa penjual perlahan mengalami pelemahan. “Kami mulai melihat tanda-tanda pertama yakni kelelahan penjualan,” ujar ahli strategi komoditas TD Securities Daniel Ghali, kepada Reuters. Dalam keterangannya Daniel juga menambahkan bahwa risiko penurunan harga emas sangat terbatas. “Investor Barat, khususnya pedagang diskresioner atau dana makro, telah sepenuhnya berada di posisi yang kurang menguntungkan dalam tahap akhir reli emas ini dan sebagai akibatnya, ada aktivitas penjualan dalam jumlah terbatas dan harga emas bergerak naik untuk mencerminkan hal itu.” imbuhnya. Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 29 April 2025 : Simak informasi lainnya hanya di MetalNews!

News Update, Uncategorized

Seminggu Berlalu, Emas Fisik JFXGOLD X Naik Rp. 44.000/gram

Jakarta, MetalNews Digital – Emas fisik JFXGOLD X terus mengalami penguatan pada minggu ke dua perdagangannya pada awal bulan Januari 2025. Misalnya saja pada perdagangannya hari ini, Senin (13/1/2025) harga emas fisik JFXGOLD X mulai memasuki posisi US$ 2.702,1 per troy ounce atau Rp. 1.415.198 per gram. Lajunya harga emas fisik JFXGOLD X sejak 3 hari yang lalu terjadi akibat tren positif harga emas dunia yang didorong dengan permintaan aset safe haven yang semakin meningkat di tengah ketidakpastian kondisi global saat ini. Emas fisik JFXGOLD X yang ditransaksikan menggunakan harga pasar dunia berjalan beriringan dengan pergerakan harga emas dunia, hal ini membuat harganya berbeda dengan harga emas domestik. Perjalanan emas fisik JFXGOLD X pada tahun 2024 memberikan pengalaman yang cukup berkesan bagi para investor, hal ini dikarenakan adanya kenaikan harga sebanyak 27% per troy ounce. Pergerakan harga emas fisik JFXGOLD X dipengaruhi akan beberapa hal, salah satunya adalah tensi politik. Salah satu hal yang mempengaruhi terjadinya kenaikan harga pada emas fisik JFXGOLD X adalah pemangkasan suku bunga pada awal bulan Maret 2024 yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed). Tidak hanya itu, adanya permintaan aset safe haven yang cukup tinggi serta melemahnya dolar karena investor menunggu hasil pemilu AS membuat harga emas dunia mengalami lonjakan. Perdagangan akhir tahun yang mempertahankan harga tingginya berhasil membawa harga emas fisik JFXGOLD X meningkat sebanyak 27% dalam waktu satu tahun. Lonjakan yang terjadi pada harga emas fisik JFXGOLD X yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia tidak lain karena adanya pemotongan suku bunga acuan, aksi borong berbagai bank sentral serta tensi geopolitik yang tinggi. Melansir dari Kinesis Money, permintaan investor emas berada di dasar yang kuat. Emas berperan sebagai ‘pengubah portofolio’ yang terus berkinerja baik, tidak hanya dalam hal yang memberikan imbal hasil disesuaikan dengan inflasi dan risiko yang disesuaikan dengan volatilitas yang sehat, tetapi juga kontribusinya dalam meningkatkan kinerja imbal hasil untuk portofolio secara keseluruhan. “Tren ini akan berlanjut hingga 2025, terlepas dari bagaimana suku bunga kebijakan berkembang. Selain itu, pasar ekuitas menjadi semakin berkorelasi dan terkonsentrasi di AS, sehingga mendorong para manajer investasi untuk mengoptimalkan portofolio melalui aset-aset alternatif, seperti emas.” Mike Ingram melalui tulisannya yang dilansir dalam Kinesis Money dengan tajuk ‘Investor’s Guide to Gold in 2025’. Pergerakan harga pada perdagangan emas fisik JFXGOLD X sejak 2 Januari 2025 sampai dengan 13 Januari 2025 berhasil mengalami kenaikan sebesar Rp. 44.000 per gram. Di tengah kondisi dunia yang tidak stabil investor tetap memilih emas sebagai aset lindung nilai di tengah kekhawatiran akan terjadinya inflasi. Rincian harga emas fisik JFXGOLD X 13 Januari 2025 :

News Update, Uncategorized

Pengaruh Tensi Politik untuk Emas Fisik JFXGOLD X

Jakarta, MetalNews Digital – Dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan dan imbal hasil Treasury AS meningkat membuat harga emas dunia memasuki fase stabil. Meskipun demikian adanya ketidakpastian terkait rencana tarif Presiden terpilih AS menarik perhatian pasar. Pada tahun 2024 harga emas dunia mengalami goncangan yang luar biasa, hal ini mempengaruhi perdagangan emas fisik JFXGOLD X yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia. Pada awal tahun 2024 harga emas fisik JFXGOLD X dibuka dengan posisi US$ 2.083,25 per troy ounce atau Rp. 1.035.585 per gram. Kenaikan harga yang terjadi pada awal tahun 2024 ini disebabkan adanya harapan Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve yang dapat memangkas suku bunga pada awal Maret 2024. Tidak hanya itu, adanya permintaan aset safe haven yang cukup tinggi serta melemahnya dolar karena investor menunggu hasil pemilu AS membuat harga emas dunia mengalami lonjakan. Perdagangan awal tahun yang dibuka dengan harga tinggi akhirnya berhasil membawa harga emas fisik JFXGOLD X meningkat sebanyak 27% dalam waktu satu tahun. Lonjakan yang terjadi pada harga emas dunia tidak lain karena adanya pemotongan suku bunga acuan, aksi borong berbagai bank sentral serta tensi geopolitik yang tinggi. Beberapa faktor ini diyakini masih akan terus berlanjut pada perdagangan 2025. Dilansir dari Bloomberg Technoz, tahun ini ada penambahan sentimen baru yaitu ekspektasi kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump. Seperti misalnya penerapan bea masuk tinggi terhadap produk-produk impor akan membuat harga barang dan jasa di AS menjadi naik dan menyebabkan tekanan inflasi sehingga bank sentral sulit memberi kelonggaran ada kebijakan moneter yang lebih jauh. Meskipun begitu, sepertinya emas masih akan mendapatkan tempat tersendiri. Emas masih akan menjadi pilihan diversifikasi portofolio, melindungi dari gejolak di pasar keuangan. “Diversifikasi ke emas masih akan menjadi tren. Kami juga memperkirakan emas masih akan menarik bagi bank sentral dan para keluarga konglomerat,” kata Greg Sharenow, Manajer Portofolio di Pacific Investment Management Co, seperti dikutip dari Bloomberg News. Awal tahun 2025 emas fisik JFXGOLD X membuka perdagangannya dengan harga US$ 2.678,33 per troy ounce atau Rp. 1.370.662 per gram. Namun setelah satu minggu berlalu, harga emas fisik JFXGOLD X kembali mengalami penurunan sebanyak 0,99% dan membawa harga nya menempati posisi US$ 2.651,77 per troy ounce atau Rp. 1.357.710 per gram. Dibalik penurunan yang terjadi pada perdagangan hari ini (7/1/2024), harga emas fisik JFXGOLD X sempat mengalami kenaikan sebanyak Rp. 19.000 per gram pada perdagangannya di hari Jumat (3/1/2024). Ritme naik turun yang terjadi pada pergerakan harga emas memang sering kali membuat khawatir para investor, tetapi seperti yang diketahui bersama bahwa harga emas tidak pernah turun melainkan selalu bergerak naik. Hal inilah yang akhirnya membuat emas sebagai instrumen investasi yang cocok untuk jangka panjang.

Uncategorized

Menunggu Pidato Chairman The Fed, Mau Dibawa Kemana Harga Emas?

Jakarta, MetalNews Digital – Membuka perdagangan bulan Desember harga emas dunia masih anjlok. Penurunan harga emas dunia tidak lain karena dampak kenaikan dolar AS pasca terpilihnya Donald Trump, kemenangan ini membawa greenback yang lebih kuat. Pelemahan harga emas yang juga terjadi pada minggu lalu didorong oleh berkurangnya minat terhadap aset safe haven yang menyusul kesepakatan gencatan senjata pada minggu ini yang ditengahi oleh AS antara Israel dan Hizbullah. Berdasarkan notulen FOMC bulan lalu, Chairman Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell akan berpidato pada Kamis (5/12/2024) pukul 01.45 WIB. Pidato ini sangat ditunggu-tunggu, saat ini para investor sedang menunggu sinyal mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed. Dilansir dalam CNBC Indonesia, dalam notulen dari pertemuan Federal Open Market (FOMC) pada bulan November, pejabat The Fed menyampaikan bahwa inflasi saat ini sedang lambat dan pasar tenaga kerja tetap kuat. Hal ini memungkinkan adanya pemotongan suku bunga lebih lanjut meskipun dilakukan secara bertahap. Dalam keterangan tersebut disampaikan bahwa para pejabat merasa nyaman dengan lajunya inflasi yang masih berada di atas target 2% yang ditetapkan oleh The Fed. “Dalam membahas prospek kebijakan moneter, peserta memperkirakan bahwa jika data sesuai dengan harapan, dengan inflasi yang terus menurun secara berkelanjutan menuju 2% dan ekonomi tetap berada dekat dengan kondisi pekerjaan maksimum, maka kemungkinan besar akan tepat untuk bergerak secara bertahap menuju kebijakan yang lebih netral dari waktu ke waktu,” dikutip dari notulen FOMC bulan lalu. Pelemahan harga emas dunia yang masih terjadi sampai dengan perdagangan hari ini, membawa harga fisik emas JFXGOLD X menduduki posisi US$ 2.641.85 per troy ounce atau Rp. 1.352.594 per gram. Jika dibandingkan dengan harga pada perdagangan minggu lalu tepatnya hari Jumat (29/11/2024) harga pada perdagangan hari ini mengalami pelemahan sebanyak 1,38% per troy ounce. Meskipun demikian jika ditarik kebelakang, pergerakan harga fisik emas JFXGOLD X selama lebih dari 11 bulan ini telah berhasil mengalami kenaikan sebanyak 30%, tentunya kenaikan ini tidaklah sedikit. Rincian harga fisik emas JFXGOLD X 2 Desember 2024 : Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Uncategorized

Apakah Fisik Emas JFXGOLD X Berada dalam Zona Bearish?

Jakarta, MetalNews Digital – Sebagai emas yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia, fisik emas JFXGOLD X saat ini masih menjadi emas dengan harga terendah. Pada bulan November sendiri fisik emas JFXGOLD X sudah mengalami penurunan dan peningkatan yang cukup sering, dalam hitungan hari saja fisik emas JFXGOLD X berhasil mengalami kenaikan sebanyak 2,10% per troy ounce, meskipun begitu harga nya kembali turun pada perdagangan selanjutnya. Misalnya saja perdagangan hari ini Kamis (28/11/2024) harga nya menempati posisi US$ 2.641,9 per troy ounce atau Rp. 1.352.913 per gram. Harga tersebut telah mengalami pelemahan sebesar 1,6% per troy ounce sejak harga tertinggi terakhirnya pada perdagangan di hari Senin (25/11/2024). Melansir dari Bloombergtechnoz.com, secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas belum bisa keluar dari zona bearish atau kondisi di mana harga nya mengalami penurunan. Dilihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 46,41 yang menandakan bahwa RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang berada di dalam posisi bearish. Update data ekonomi terbaru di Amerika Serikat (AS) menjadi pemberat bagi laju harga emas. Tadi malam waktu Indonesia, US Bureau of Economic Analysis merilis data belanja konsumen (personal spending) di Amerika Serikat (AS) periode Oktober. “Kami melihat koreksi harga emas terjadi sebagian karena pertumbuhan personal spending. Jika konsumen masih kuat, meski berhadapan dengan inflasi, maka ada ketahanan di sana,” kata Phillip Streible, Chief Market Strategist di Blue Line Futures, sebagaimana dikutip dari Bloomberg News. Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) ragu untuk menurunkan suku bunga acuannya secara agresif. Padahal emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun, karena ikut menurunkan opportunity cost, lanjut Steible. Pelemahan harga emas juga terjadi karena munculnya kabar yang menyebutkan Israel-Hezbullah yang sudah semakin dekat dengan kesepakatan gencatan senjata. Dilansir dari CNBC Indonesia, pelemahan harga emas juga dipicu oleh aksi profit taking dimana ada kelelahan pembelian pasca-reli di pekan lalu. Adanya indeks dolar AS yang juga sempat terbang ke level tertinggi selama dua tahun ini semakin membebani emas. “Laporan yang menyebutkan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati syarat-syarat perjanjian untuk mengakhiri konflik Israel-Hezbollah semakin menurunkan harga emas.” Tutur Daniel Ghali, analis komoditas di TD Securities, kepada Reuters. Pelemahan harga emas yang terjadi saat ini tidak serta merta memberikan tren negatif pada perdagangannya, tetapi adanya pelemahan harga justru bisa dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan transaksi pembelian, mengingat adanya kesempatan emas dunia yang akan menempati posisi tertingginya pada tahun depan.

Select your currency
USD United States (US) dollar
0
    0
    Your Cart
    Your cart is empty
    Scroll to Top